Membuat website dengan wordpress memang mudah, tetapi mengoptimalkannya sejak awal adalah kunci keberhasilan jangka panjang. Setelah berhasil menginstal WordPress, langkah selanjutnya yang paling krusial adalah memahami dan melakukan pengaturan dasar WordPress. Pengaturan ini akan menentukan fondasi website Anda, mulai dari struktur URL hingga visibilitas di mesin pencari. Jangan sampai website Anda tidak optimal karena melewatkan langkah penting ini.
Bagi pemula, antarmuka WordPress mungkin terlihat sedikit membingungkan dengan banyaknya menu dan opsi. Namun, jangan khawatir! Artikel ini akan memandu Anda secara sistematis, langkah demi langkah, untuk memahami dan menguasai cara setting WordPress untuk pemula secara efektif. Kami akan membahas setiap menu pengaturan yang penting, memberikan tips praktis, dan memastikan website Anda siap untuk tampil di dunia maya dengan performa terbaik.
Panduan ini dirancang untuk memastikan website Anda memiliki performa terbaik, mudah dikelola, dan ramah SEO sejak hari pertama. Menguasai pengaturan dasar WordPress akan memberikan kontrol penuh atas website Anda dan menghindari masalah teknis di kemudian hari. Mari kita mulai mengupas tuntas semua yang perlu Anda ketahui tentang pengaturan WordPress dari awal.
Apa Itu Pengaturan Dasar WordPress?
Pengaturan dasar WordPress adalah serangkaian konfigurasi awal yang harus dilakukan setelah instalasi untuk menyesuaikan fungsionalitas dan tampilan website sesuai kebutuhan Anda. Proses ini sangat penting untuk memastikan website berjalan optimal, aman, dan mudah diakses oleh pengunjung serta mesin pencari.
Pengaturan ini mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari informasi umum website, struktur URL (permalink), hingga pengaturan privasi dan interaksi dengan pengunjung. Memahami panduan konfigurasi WordPress awal ini adalah fondasi yang harus dikuasai setiap pemilik website, karena berdampak langsung pada pengalaman pengguna (UX) dan peringkat SEO. Pengaturan yang tepat akan membuat website Anda lebih profesional dan efisien.
Panduan Konfigurasi Lengkap: Menu Pengaturan (Settings)
Setelah login ke dashboard WordPress, Anda akan menemukan menu Pengaturan atau Settings di sisi kiri. Menu ini adalah pusat kendali untuk semua setting umum WordPress yang akan kita bahas satu per satu.
Ringkasan singkat tentang menu Pengaturan: ini adalah tempat Anda mengontrol identitas website, format penulisan, tampilan halaman, dan struktur URL. Setiap tab di dalamnya memiliki fungsi spesifik yang sangat krusial.
1. Pengaturan Umum (General)
Ini adalah menu pertama yang harus Anda sentuh. Di sini, Anda akan menentukan identitas utama website.
Tabel Opsi Pengaturan Umum:
| Nama Opsi | Deskripsi | Tips Praktis |
| Judul Situs | Nama website Anda. Ini akan muncul di tab browser dan hasil pencarian. | Pilih nama yang relevan dan mudah diingat. |
| Slogan | Deskripsi singkat tentang website Anda. | Gunakan slogan yang menarik dan menjelaskan tujuan website. |
| Alamat URL WordPress & Situs | Alamat website Anda. Pastikan menggunakan HTTPS untuk keamanan. | Jangan ubah jika tidak yakin, kesalahan di sini bisa membuat website tidak bisa diakses. |
| Alamat Email Administrasi | Email yang digunakan untuk notifikasi penting WordPress. | Gunakan email yang aktif dan sering Anda cek. |
| Keanggotaan | Mengizinkan atau melarang pendaftaran pengguna baru. | Nonaktifkan jika website tidak butuh pendaftaran pengguna. |
| Peran Pengguna Standar | Peran default untuk pengguna baru (Subscriber, Contributor, Author, Editor, Admin). | Pilih Subscriber untuk blog biasa, atau sesuaikan dengan kebutuhan. |
| Bahasa Situs | Mengubah bahasa dashboard WordPress. | Atur ke Bahasa Indonesia atau bahasa yang paling Anda kuasai. |
| Zona Waktu | Menentukan zona waktu untuk jadwal posting. | Sesuaikan dengan zona waktu lokasi Anda (misal: Jakarta). |
| Format Tanggal & Waktu | Mengatur format tampilan tanggal dan waktu pada postingan. | Pilih format yang mudah dibaca. |
| Hari Minggu Adalah Hari Pertama | Mengatur hari pertama dalam kalender mingguan. | Tidak terlalu krusial, sesuaikan preferensi. |
2. Pengaturan Menulis (Writing)
Bagian ini mengontrol cara Anda menulis dan mempublikasikan konten.
- Kategori Default untuk Pos: Kategori yang akan digunakan secara otomatis jika Anda lupa memilih kategori saat membuat postingan baru. Pastikan nama kategorinya relevan.
- Format Pos Default: Format tampilan postingan (standar, galeri, video, dll). Untuk pemula, biarkan
Standar. - Pengiriman via Email: Fitur untuk memposting artikel via email. Fitur ini jarang digunakan dan tidak disarankan untuk pemula.
3. Pengaturan Membaca (Reading)
Pengaturan ini sangat krusial karena menentukan bagaimana halaman depan website Anda akan ditampilkan.
- Tampilan Halaman Depan Anda:
- Pos-pos Terbaru: Menampilkan daftar postingan blog terbaru di halaman depan. Cocok untuk website berita atau blog personal.
- Halaman statis: Menampilkan halaman tertentu (misalnya halaman
Tentang KamiatauBeranda) sebagai halaman depan. Ini ideal untuk website bisnis atau portfolio.
- Halaman Beranda & Halaman Pos: Jika Anda memilih halaman statis, Anda harus memilih halaman mana yang akan menjadi halaman beranda dan halaman mana yang akan menampilkan daftar postingan blog.
- Jumlah Postingan di Halaman Blog: Mengatur berapa banyak artikel yang akan ditampilkan per halaman.
- Feed Sindikasi: Mengatur berapa banyak item postingan terbaru yang muncul di RSS feed.
- Visibilitas Mesin Pencari: Ini adalah salah satu setting terpenting untuk pemula! Pastikan kotak centang
Cegah mesin pencari mengindeks situs initidak dicentang. Jika ini dicentang, Google dan mesin pencari lainnya tidak akan bisa menemukan website Anda.
4. Pengaturan Media (Media)
Bagian ini mengelola cara WordPress menangani file media (gambar, video, dll).
- Ukuran Gambar: WordPress secara otomatis membuat beberapa versi gambar dengan ukuran berbeda saat Anda mengunggahnya.
- Ukuran Jempol: Ukuran thumbnail.
- Ukuran Sedang: Ukuran sedang.
- Ukuran Besar: Ukuran besar.
- Mengorganisasi unggahan saya dalam folder berbasis bulan dan tahun: Fitur ini akan membuat folder baru setiap bulan dan tahun untuk menyimpan media. Ini membantu menjaga file media Anda tetap terorganisir. Sangat disarankan untuk tetap mencentangnya.
5. Pengaturan Permalink (Permalinks)
Pengaturan permalink adalah menu yang paling penting untuk SEO. Permalink adalah struktur URL untuk setiap halaman dan postingan di website Anda.
Ringkasan singkat tentang pentingnya permalink: struktur URL yang baik membuat website lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari dan lebih mudah diingat oleh pengguna. Jangan biarkan URL Anda berantakan!
Berikut adalah beberapa opsi permalink:
- Biasa:
?p=123– TIDAK RAMAH SEO. Hindari opsi ini. - Hari & Nama:
/[tahun]/[bulan]/[hari]/[nama-postingan]/– Terlalu panjang. - Bulan & Nama:
/[tahun]/[bulan]/[nama-postingan]/– Masih cukup panjang. - Angka:
/[arsip-id]/123– TIDAK RAMAH SEO. - Nama Pos:
/[nama-postingan]/– INI YANG PALING DISARANKAN! Opsi ini singkat, bersih, dan paling ramah SEO.
Pilih opsi Nama Pos. Jika Anda sudah memiliki konten, jangan mengubah permalink terlalu sering karena bisa merusak link yang sudah ada.
6. Pengaturan Privasi (Privacy)
Bagian ini memungkinkan Anda untuk membuat halaman kebijakan privasi. WordPress menyediakan template dasar yang bisa Anda edit sesuai kebutuhan website. Halaman kebijakan privasi penting untuk mematuhi peraturan seperti GDPR atau CCPA.
Konfigurasi Tambahan untuk Website Optimal
Selain pengaturan dasar di menu Pengaturan, ada beberapa hal lain yang harus Anda konfigurasi setelah instalasi WordPress.
Ringkasan singkat: mengoptimalkan tampilan, fungsionalitas, dan keamanan adalah langkah selanjutnya setelah konfigurasi dasar selesai. Ini termasuk memilih tema, menginstal plugin penting, dan memastikan keamanan.
1. Instalasi dan Aktivasi Tema
Tema adalah “kulit” dari website Anda. Pilihlah tema yang:
- Responsif: Tampilan harus bagus di desktop, tablet, dan smartphone.
- Ringan: Tidak terlalu berat agar website tidak lambat.
- Ramah SEO: Strukturnya bersih dan teroptimasi.
2. Instalasi Plugin Penting
Plugin adalah “aplikasi” tambahan untuk WordPress. Beberapa plugin yang wajib Anda instal:
- Plugin SEO: Yoast SEO atau Rank Math. Keduanya membantu optimasi pengaturan dasar WordPress Anda lebih lanjut, seperti mengatur judul, Meta deskripsi, dan sitemap.
- Plugin Keamanan: Wordfence atau Sucuri Security. Penting untuk setting keamanan dasar WordPress Anda.
- Plugin Cache: WP Super Cache atau WP Fastest Cache. Untuk mempercepat loading website.
3. Menghapus Konten Default
Setelah instalasi, WordPress akan membuat satu postingan (Hello world!), satu halaman (Halaman contoh), dan satu komentar default. Hapus semua ini untuk menjaga website Anda tetap bersih dan profesional.
Contoh Penerapan Praktis: Membuat Blog Pribadi dari Nol
Mari kita terapkan semua yang sudah kita pelajari. Bayangkan Anda ingin membuat blog pribadi tentang traveling.
- Langkah 1: Pengaturan Umum:
- Judul Situs:
Jelajah Dunia - Slogan:
Cerita Petualangan dan Tips Traveling - Alamat Email:
nama@email.com - Bahasa Situs: Indonesia
- Zona Waktu: Jakarta
- Judul Situs:
- Langkah 2: Pengaturan Membaca:
- Tampilan Halaman Depan: Pilih
Pos-pos terbarukarena ini adalah blog. - Pastikan
Cegah mesin pencari mengindeks situs initidak dicentang.
- Tampilan Halaman Depan: Pilih
- Langkah 3: Pengaturan Permalink:
- Pilih
Nama Pos(/[nama-postingan]/). Contoh URL artikel Anda akan menjadihttps://www.jelajahdunia.com/tips-hemat-liburan-eropa/. Ini sangat ramah SEO dan mudah dibaca.
- Pilih
- Langkah 4: Konfigurasi Tambahan:
- Tema: Cari tema blog yang sederhana dan ringan.
- Plugin: Instal Yoast SEO untuk optimasi SEO on-page, Wordfence untuk keamanan, dan WP Super Cache untuk performa.
- Konten Default: Hapus semua postingan dan halaman default.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda telah membangun fondasi yang kuat untuk blog Anda. Website Anda kini sudah siap untuk diisi dengan konten berkualitas, dan Anda tidak perlu khawatir dengan masalah teknis di kemudian hari.
Kesimpulan
Menguasai pengaturan dasar WordPress adalah langkah pertama yang paling penting dalam perjalanan Anda sebagai pemilik website. Dengan mengikuti panduan konfigurasi WordPress awal ini, Anda telah memastikan website Anda memiliki fondasi yang kuat, mudah dikelola, ramah SEO, dan aman.
Mulai dari cara setting WordPress untuk pemula di menu Pengaturan Umum hingga Permalinks yang krusial untuk SEO, setiap langkah memiliki peranannya masing-masing. Ingatlah untuk selalu memilih permalink Nama Pos, memastikan visibilitas di mesin pencari, dan menginstal plugin penting untuk keamanan dan performa. Dengan fondasi yang kokoh ini, Anda kini siap untuk fokus pada hal terpenting: menciptakan konten yang berkualitas dan berinteraksi dengan audiens Anda.
FAQ (Pertanyaan & Jawaban)
1. Kenapa saya tidak bisa menemukan website saya di Google?
Ada dua kemungkinan utama. Pertama, Anda mungkin mencentang opsi Cegah mesin pencari mengindeks situs ini di menu Pengaturan > Membaca. Kedua, website Anda masih baru dan butuh waktu bagi Google untuk menemukannya. Pastikan opsi pertama tidak dicentang, lalu submit sitemap Anda ke Google Search Console.
2. Apa itu permalink dan kenapa saya harus memilih “Nama Pos”?
Permalink adalah URL unik untuk setiap postingan atau halaman. Memilih Nama Pos (/[nama-postingan]/) disarankan karena URL menjadi singkat, bersih, mudah dibaca oleh manusia, dan disukai oleh mesin pencari.
3. Apakah saya boleh mengganti tema WordPress setelah konten terisi?
Ya, Anda bisa. Namun, pastikan tema baru Anda memiliki layout dan fungsionalitas yang mirip agar tidak ada elemen yang hilang. Sangat disarankan untuk melakukan backup website sebelum mengganti tema.
4. Berapa banyak plugin yang ideal untuk diinstal?
Tidak ada batasan pasti, tetapi prinsipnya adalah “semakin sedikit semakin baik.” Instal hanya plugin yang benar-benar Anda butuhkan. Terlalu banyak plugin bisa memperlambat website dan menimbulkan masalah keamanan.
5. Apakah saya perlu membayar untuk tema dan plugin?
WordPress menyediakan ribuan tema dan plugin gratis yang berkualitas. Namun, ada juga versi premium (berbayar) yang menawarkan fitur lebih canggih dan dukungan teknis. Untuk pemula, versi gratis sudah lebih dari cukup.
6. Bagaimana cara setting bahasa di WordPress?
Anda bisa mengubah bahasa dashboard WordPress dengan mudah. Cukup buka menu Pengaturan > Umum, lalu cari opsi Bahasa Situs. Pilih bahasa yang Anda inginkan dari daftar dropdown dan simpan perubahan.

