Pendahuluan: Mengapa Izin Akses (Permission) Sangat Penting?
Hai, Bro! Pernahkah kamu membayangkan situs wordpress milikmu tiba-tiba diserang atau disusupi (hacked)? Itu adalah mimpi buruk setiap pemilik website.
Meskipun kamu sudah menggunakan plugin keamanan terbaik, ada satu lapis pertahanan dasar dan vital yang sering diabaikan: Permission File dan Folder (CHMOD).
Bagi yang baru mengenal dunia hosting dan server, mengatur permission WordPress mungkin terdengar rumit. Namun, ini adalah langkah fundamental untuk memastikan keamanan WordPress yang optimal.
Izin akses yang salah bisa jadi pintu terbuka bagi hacker untuk menyisipkan malware atau mengubah file penting situsmu. Sebaliknya, izin yang terlalu ketat bisa membuat situsmu tidak berfungsi.
Artikel ini akan membimbingmu memahami apa itu CHMOD, mengapa angka 755 dan 644 penting, serta bagaimana mengatur izin akses di folder WordPress agar situsmu “kebal” dari ancaman umum.
Bagian 1: Memahami CHMOD – Angka yang Melindungi Situs Anda
CHMOD (Change Mode) adalah perintah pada sistem operasi berbasis Unix/Linux yang digunakan untuk menentukan siapa yang dapat membaca, menulis, dan menjalankan file atau folder.
Setiap permission diwakili oleh tiga angka:
- Pemilik (Owner)
- Grup (Group)
- Publik (Others)
| Izin Akses | Nilai Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Baca (Read) | 4 | Dapat melihat atau membaca isi file/folder |
| Tulis (Write) | 2 | Dapat memodifikasi, mengubah, atau menghapus |
| Eksekusi (Execute) | 1 | Dapat menjalankan skrip atau mengakses folder |
| Tidak Ada Izin | 0 | Tidak memiliki izin sama sekali |
Contoh CHMOD:
7 (R+W+X)→ Izin penuh5 (R+X)→ Baca dan eksekusi4 (R)→ Hanya baca
Bagian 2: Permission WordPress Standar Emas untuk Keamanan
Agar instalasi WordPress aman dan stabil, kamu perlu memberi izin yang cukup bagi server tanpa membuka celah keamanan.
A. Permission Folder (Direktori)
- Rekomendasi:
755 - Penjelasan:
- Pemilik (7): Baca, Tulis, Eksekusi
- Grup (5): Baca, Eksekusi
- Publik (5): Baca, Eksekusi
B. Permission File Umum
- Rekomendasi:
644 - Penjelasan:
- Pemilik (6): Baca, Tulis
- Grup (4): Baca
- Publik (4): Baca
C. File Sensitif
- wp-config.php
- Simpan kredensial database.
- Rekomendasi:
600(hanya pemilik bisa baca/tulis)
- .htaccess
- Mengatur permalink dan keamanan dasar.
- Rekomendasi:
644
Bagian 3: Risiko Permission Longgar (CHMOD 777 = Bencana)
Hindari menggunakan 777 dengan alasan apa pun!
CHMOD 777 artinya semua orang, termasuk publik, bisa membaca, menulis, dan mengeksekusi filemu.
Itu berarti peretas dapat:
- Mengunggah malware ke situsmu
- Menghapus atau mengganti file inti
- Mengambil alih server
Prinsip utama keamanan:
Berikan izin minimum yang diperlukan agar situs tetap berfungsi.
Bagian 4: Cara Memeriksa & Mengubah Permission CHMOD
Metode 1: File Manager (cPanel/hPanel)
- Login ke cPanel / hPanel
- Buka File Manager
- Arahkan ke direktori root WordPress (biasanya
public_html) - Klik kanan pada folder → Change Permissions → isi
755 - Klik kanan pada file → Change Permissions → isi
644 - Untuk
wp-config.php, gunakan600
Metode 2: Klien FTP (misalnya FileZilla)
- Hubungkan ke server via FTP
- Arahkan ke
public_html - Klik kanan folder → File permissions… → isi
755- Centang Recurse into subdirectories & Apply to directories only
- Klik kanan file → File permissions… → isi
644- Centang Recurse into subdirectories & Apply to files only
Bagian 5: Mengatasi Masalah Umum
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Tidak bisa upload media | wp-content/uploads terlalu ketat (mis. 644) | Gunakan 755 untuk folder |
| Tidak bisa edit tema/plugin | File terlalu ketat (mis. 444) | Gunakan 644 untuk file, 755 untuk folder |
| Internal Server Error (500) | .htaccess salah izin | Gunakan 644 |
| Gagal update WordPress/plugin | Folder inti salah izin | Pastikan wp-admin dan wp-includes pakai 755 |
Penutup: Jadikan WordPressmu Aman & Tangguh
Selamat! 🎉 Sekarang kamu sudah memahami pentingnya pengaturan CHMOD dalam menjaga keamanan WordPress.
Dengan mengatur:
- Folder ke 755
- File ke 644
wp-config.phpke 600
…kamu sudah menutup banyak celah yang biasa dimanfaatkan hacker.
Terus jaga keamanan situsmu dengan memperbarui plugin, tema, dan versi WordPress secara rutin.
Gabungkan itu dengan pengaturan permission yang benar — dan situsmu akan benar-benar kebal hacker!

